agan-aganmwati.blogspot.com - Melansir Tribun Timur,
Jenazah Tersebut Adalah Mappi, Warga Bongoro, Laikang, Kajang, Bulukumba. Ia Menghembuskan
Napas Terakhirnya Pada Kamis (24/8) Pukul 02.00 WITA Di Puskesmas Kajang.
![]() |
| Di Tolak Pinjam Ambulan Warga Kompak Gotong Mendiang Pakai Sarung Dan Bambu , Miris dan Nyata |
Jenazah Yang Akan Dibawa Pulang Tersebut
Terpaksa Ditandu Dari Puskesmas.
Diduga Karena Pihak Puskesmas Menolak
Meminjamkan Ambulans Untuk Memulangkan Jenazah.
Akhirnya Keluarga Dan Warga Menggunakan Tandu
Yang Dibuat Dari Sebatang Bambu Dan Selembar Kain Sarung.
Tengah Malam, Penggotong Jenazah Ini Berjalan
Kaki Sepanjang Lima Kilometer Dari Puskesmas Menuju Rumah Keluarga Almarhum.
Pihak Puskesmas Terkait Membenarkan Peristiwa
Tersebut.
Kepala Puskesmas Kajang, Sitti Hayanti Madjid,
Menuturkan Jika Ambulans Hanya Digunakan Untuk Membawa Pasien Bukan Untuk
Jenazah.
"Kami Tidak Bisa Berbuat Banyak Karena
Memang Aturannya Demikian. Kami Ini Dibawah Terapkan Saja Aturan. Di Sisi Lain
Warga Kasian Membawa Sendiri Anggota Keluarganya Pulang," Kata Sitti Hayanti
Seperti Dikutip Dari Tribun Timur.
Alasan Pihak Puskesmas Ini Pun Membuat Warganet
Geram.
"Undang Undang Yang Mana Mengatur Itu. Kalo
Hanya Peraturan Daerah, Suruh Semua Itu Yang Terlibat Dalam Pembuatan Aturan
Untuk Merasionalkan. Ada Ambulance Yang Yang Peruntukannya Untuk Pasien Dalam
Keadaan Tidak Terpakai, Tetapi Pada Saat Yang Bersamaanada Jenazah Yg Harus
Diangkut," Tulis Fian Ahdar Latenrirawe.
"Yang Mana Aturannya Jenazah Harus Di Antar
Dngn Ambulans Jenazah? Kalaupun Ada Aturannya, Aturan Itu Harus Dilanggar Kalau
Memang Ada Mobil Puskesmas Yang Bisa Digunakan Walaupun Bukan Mobil
Jenazah," Tulis Muhammad Asmin.
( Dirangkum Dari Berbagai sumber )

